R-Pro › Kasus lapangan › Komponen
Sirip kondensor pendingin udara bengkok — aliran udara turun
Kemungkinan penyebab
Banyak sirip bengkok/roboh menutup luas penampang aliran udara lebih dari 30%
Periksa: Periksa visual sisi depan dan belakang kondensor, pastikan lebih dari 30% area sirip mengalami deformasi. Ukur kecepatan udara dengan Anemometer di 4~6 titik depan coil → jika turun lebih dari 2,0 m/s dari desain, penyumbatan parah.
Tindakan: 1) Putuskan daya LOTO 2) Gunakan Fin Comb (pilih sesuai FPI), sikat searah sirip dari atas ke bawah secara merata 3) Area parah dipulihkan setempat dengan Fin Straightener 4) Ukur ulang kecepatan udara, target pemulihan 85% dari awal.
Benturan fisik atau benda asing (daun, plastik) tersangkut
Periksa: Periksa akumulasi benda asing (daun, plastik, debu) dalam radius 2 m sekitar kondensor. Benda asing menembus antar sirip dideteksi dengan menyorotkan senter dari belakang dan melihat bayangan.
Tindakan: 1) Hentikan kipas dan kompresor, LOTO 2) Ambil benda besar dengan tang/pinset 3) Hisap debu halus dengan udara bertekanan rendah (di bawah 4 bar) atau vacuum industri, arah dari dalam ke luar 4) Dilarang menggunakan air tekanan tinggi (>3 bar) — menyebabkan deformasi sirip 5) Pertimbangkan pemasangan jaring serangga (Mesh 10~12 mm).
Arah sirip miring setelah pencucian dengan air kotor
Periksa: Cek riwayat pencucian sebelumnya. Jika sirip miring searah, penyebabnya tekanan air pencuci. Wawancarai operator atau periksa catatan alat yang digunakan (pistol air bertekanan tinggi).
Tindakan: 1) Pulihkan dengan Fin Straightener (gunakan ujung sesuai FPI) 2) Bagian coating rusak disemprot ulang epoxy anti-korosi 3) Standar pencucian ke depan: tekanan di bawah 3 bar, jarak nozzle di atas 30 cm, semprot sejajar arah sirip 4) Disarankan menggunakan coil cleaner alkali khusus (pH 10~11).
Ujung sirip pecah karena korosi (lingkungan asin)
Periksa: Cek Leading Edge sirip apakah pecah atau ada endapan putih (alumina oksida). Lokasi pemasangan dalam radius 10 km dari pantai atau lingkungan klorida → konfirmasi penyebab. Uji kekerasan coil dengan pensil (di bawah HB berarti sudah terkorosi).
Tindakan: 1) Area ringan dicuci garam dengan air bersih (disarankan air suling) lalu keringkan 2) Gunakan coil cleaner netral atau alkali ringan (pH 7~9), dilarang keras menggunakan pembersih asam 3) Cat ulang seluruh permukaan: epoxy atau Heresite 4) Kasus parah ganti coil tahan korosi (E-coat, Blue Fin) 5) Susun program pembersihan air bersih berkala 6 bulan.
Kipas kondensor berputar terbalik → sirip sisi hisap rusak terkonsentrasi
Periksa: Cek arah putar kipas: jatuhkan selembar kertas dari atas untuk mengetahui arah hisap. Normalnya hisap→buang. Cek pertukaran fasa 3-fasa dengan Phase Rotation Tester, jika hanya sirip sisi hisap yang rusak terkonsentrasi → bukti pasti putaran terbalik.
Tindakan: 1) Tukar 2 dari 3 kabel fasa → arah putar terbalik 2) Setelah dikonfirmasi putaran benar, pulihkan dengan Fin Comb 3) Jika menggunakan VFD, atur ulang parameter arah putar (acuan manual pabrik) 4) Setelah pengawatan, tempelkan stiker pemeriksaan rutin (panah arah putar).
Saat tidak ada Fin Comb darurat: gunakan kartu tebal (kartu nama) untuk menyisipkan dan membuka celah. Hanya solusi sementara sebelum perbaikan resmi.
Seluruh 565 kasus berjalan offline di R-Pro, bersama kode error 62 merek dan data P-T 108 refrigeran.
Buka R-Pro →Kasus terkait
- Refrigerant cair masuk ke dalam kompresor (flooded start / liquid slugging)
- Motor kompresor terbakar / short circuit ground
- Suhu discharge kompresor terlalu tinggi (scroll melebihi 107°C·reciprocating melebihi 120°C)
- Kompresor scroll putaran terbalik — salah urutan koneksi 3 fase
- Tip seal scroll aus — efisiensi volumetrik turun·kapasitas pendinginan turun
- Poppet valve scroll gagal menutup — bunyi reverse setelah berhenti