R-Pro › Kasus lapangan › Komponen
Retak dingin sambungan brazing — korosi sisa flux
Kemungkinan penyebab
Flux tidak dibersihkan setelah brazing
Periksa: Konfirmasi bubuk putih·kuning (sisa boraks) di sekitar sambungan; periksa seluruh sambungan dengan leak detector
Tindakan: Bongkar total sambungan bocor → hilangkan timah lama → pada kondisi purge nitrogen (0.03MPa) brazing ulang 700~850°C → bersihkan flux segera → uji kebocoran nitrogen 600kPa selama 30 menit
Suhu kerja kurang (di bawah 700°C)
Periksa: Permukaan sambungan ada bubuk abu-abu atau warna timah tidak rata (tanpa kilau perak) → vonis fusi tidak sempurna; bongkar sambungan periksa penampang patahan
Tindakan: Seri BCuP-5: flux otomatis — wajib kerja dalam purge nitrogen. Seri BAg-7: oleskan flux lalu preheat cukup → pertahankan panas hingga timah mengalir sendiri ke dalam
Nitrogen purge tidak dilakukan → permukaan dalam teroksidasi
Periksa: Belah sambungan periksa lapisan karbon hitam permukaan dalam; jika warna normal (warna tembaga) berarti tidak teroksidasi
Tindakan: Sebelum brazing alirkan nitrogen 0.02~0.05MPa di pipa — pertahankan selama torch bekerja; setelah dingin sempurna baru hentikan nitrogen
Setelah brazing, warna timah berkilau perak adalah normal; bubuk abu-abu menandakan oksidasi gagal harus dikerjakan ulang. Tanpa nitrogen, permukaan dalam akan menghitam.
Seluruh 565 kasus berjalan offline di R-Pro, bersama kode error 62 merek dan data P-T 108 refrigeran.
Buka R-Pro →Kasus terkait
- Refrigerant cair masuk ke dalam kompresor (flooded start / liquid slugging)
- Motor kompresor terbakar / short circuit ground
- Suhu discharge kompresor terlalu tinggi (scroll melebihi 107°C·reciprocating melebihi 120°C)
- Kompresor scroll putaran terbalik — salah urutan koneksi 3 fase
- Tip seal scroll aus — efisiensi volumetrik turun·kapasitas pendinginan turun
- Poppet valve scroll gagal menutup — bunyi reverse setelah berhenti