R-Pro › Kasus lapangan › Chiller
Tekanan tinggi naik akibat kipas kondensor rusak
Kemungkinan penyebab
Belitan motor kipas putus atau terbakar
Periksa: Periksa pemberian tegangan pada terminal motor kipas
Tindakan: Periksa pemberian tegangan pada terminal motor kipas → Ukur kapasitansi kapasitor (dalam ±10% rating) → Putar baling-baling kipas dengan tangan (macet = bantalan rusak atau benda asing) → Ukur resistansi belitan motor (putus = ∞) → Ganti motor kipas atau kapasitor sesuai spesifikasi
Kapasitor start rusak
Periksa: Ukur kapasitansi kapasitor (dalam ±10% rating)
Tindakan: Ukur kapasitansi kapasitor (dalam ±10% rating) → Putar baling-baling kipas dengan tangan (macet = bantalan rusak atau benda asing) → Ukur resistansi belitan motor (putus = ∞) → Ganti motor kipas atau kapasitor sesuai spesifikasi
Baling-baling berhenti akibat overload karena benda asing
Periksa: Putar baling-baling kipas dengan tangan (macet = bantalan rusak atau benda asing)
Tindakan: Putar baling-baling kipas dengan tangan (macet = bantalan rusak atau benda asing) → Ukur resistansi belitan motor (putus = ∞) → Ganti motor kipas atau kapasitor sesuai spesifikasi
Kipas kondensor tidak bekerja sehingga panas tidak terbuang. Ganti motor kipas atau kapasitor. Wajib putus daya saat memeriksa motor kipas. Kipas bisa start ulang sendiri setelah jeda.
Seluruh 565 kasus berjalan offline di R-Pro, bersama kode error 62 merek dan data P-T 108 refrigeran.
Buka R-Pro →Kasus terkait
- Chiller trip tekanan rendah (LP) — refrigerant kurang atau expansion valve abnormal
- Suhu proses tidak turun — chiller tidak mencapai setpoint
- Panel kontrol kirim sinyal start tapi kompresor tidak respon
- Trip tekanan oli / level oli rendah
- Tube condenser water tersumbat (ΔT lebih 5°C)
- Air-cooled chiller trip suhu tinggi (suhu sekitar di atas 45°C)