R-Pro › Kasus lapangan › Komponen
Reed valve kompresor reciprocating semi-hermetik patah — gagal kompresi
Kemungkinan penyebab
Reed valve patah karena fatigue logam — retak akibat lengkungan berulang lama
Periksa: Setelah start, periksa tekanan rendah tidak turun·tekanan tinggi tidak naik. Bongkar dengan head bolt 25~35 N·m lalu inspeksi visual valve plate — periksa serpihan logam·retak·deformasi
Tindakan: Ganti set reed valve·valve plate dengan part OEM (konfirmasi tebal 0.3~0.5 mm) → lapping permukaan seat valve dengan amplas 400 (kerataan dalam 0.02 mm) → tes kebocoran dengan N₂ 1.5 MPa 5 menit, lulus baru rakit
Liquid slugging — reed valve patah karena efek water hammer
Periksa: Periksa riwayat bunyi knocking saat start. Oli hitam karbonisasi = bukti liquid back berulang. Periksa superheat katup ekspansi (normal: 5~8°C, superheat di bawah 3°C = berbahaya)
Tindakan: Setel ulang superheat TXV 5~8°C → preheat crankcase heater 4 jam (suhu oli di atas 40°C) → oli karbonisasi wajib ganti — oli karbon lama merusak valve baru lagi
Setelah ganti reed valve, oli juga wajib ganti. Oli karbonisasi = penyebab utama valve baru patah ulang. Torsi assembly valve plate: 25~35 N·m — over-torque menyebabkan deformasi valve plate, hati-hati.
Seluruh 565 kasus berjalan offline di R-Pro, bersama kode error 62 merek dan data P-T 108 refrigeran.
Buka R-Pro →Kasus terkait
- Refrigerant cair masuk ke dalam kompresor (flooded start / liquid slugging)
- Motor kompresor terbakar / short circuit ground
- Suhu discharge kompresor terlalu tinggi (scroll melebihi 107°C·reciprocating melebihi 120°C)
- Kompresor scroll putaran terbalik — salah urutan koneksi 3 fase
- Tip seal scroll aus — efisiensi volumetrik turun·kapasitas pendinginan turun
- Poppet valve scroll gagal menutup — bunyi reverse setelah berhenti